Rabu, 10 April 2013

Lukisan Kaca Cirebon Memang Indah


Seni visual melukis diatas kaca mulai dikenal di indonesia diperkirakan sejak abad ke 16. tetapi, itu cuma perkiraan, karena hingga saat ini belum ada sumber-sumber yang otentik mengenai kepastiannya.

tehnik melukis diatas kaca ini dibawa oleh pedagang cina yang berkunjung di cirebon, yang membawa dan memperkenalkan macam seni mereka yang selanjutnya diikuti oleh beberapa seniman cirebon.

perihal ini bisa dilihat melewati tema yang di sajikan oleh beberapa pelukis cirebon sekarang ini yang amat di pengaruhi oleh budaya china, meskipun selanjutnya juga berkembang lebih variatif, yaitu karenanya ada tema-tema islam ataupun cerita pewayangan.

di antara seni visual ini pada awal perubahannya digunakan sebagai media dakwah untuk menyebarkan agama islam. islam yang dengan cepat berkembang waktu itu, merubah tema ataupun bentuk-bentuk lukisan pada kaca tersebut.


karenanya ada pengaruh islam yang kuat ini, selanjutnya banyak bermunculan lukisan-lukisan bergambar ka’bah, masjid, ataupun ayat-ayat yang dinukil dari al-qur’an ataupun al-hadits dalam wujud kaligrafi.

namun tema-tema yang di pengaruhi oleh pewayangan nampak dikarenakan ada pengaruh beberapa wali yang berupaya berikan sesuatu citra kebaikan melewati tokoh-tokoh wayang yang dimainkannya untuk berdakwah, yaitu layaknya tokoh arjuna, kresna, rama, laksmana, serta lain sebagainya.

lantas, bisa digarisbawahi bahwa awal tonggak berkembangya seni lukis dengan media kaca di indonesia adalah sebagai media dakwah. tetapi, selanjutnya manfaat tersebut berubah.

bersamaan dengan perubahan zaman yang makin modern serta islam lalu telah berkembang cepat di indonesia, seni visual dengan media kaca ini lebih berperan sebagai karya seni murni dengan tujuan estetika tanpa ada satu tendensi keagamaan.

melaui estetikanya yang kaya dapat gradasi warna serta menampilkan satu harmonisasi dari nuansa-nuansa dekoratif, maka saat ini seni lukis kaca ini banyak dibikin sebagai cinderamata.

pada lebih kurang abad ke-20, lukisan kaca di cirebon meraih masa keemasannya. pada tahun 1950-an nyaris seluruh tempat tinggal di cirebon berhias lukisan-lukisan dengan media kaca tersebut.

tak hanya unsur estetika yang dapat menenteramkan jiwa, juga berkembang mitos-mitos lain mengenai lukisan dengan media kaca dari cirebon ini yang berbentuk supranatural.

beberapa masyarakat yakin bahwa karenanya ada hiasan lukisan yang terbuat dari kaca tersebut didalam rumahnya, maka mereka dapat selalu terhindar dari semua marabahaya.

unsur supranatural dalam lukisan dengan media kaca khas cirebon makin kental, karena dalam sistem pembuatannya juga dikerjakan sejenis ritual, yaitu dengan melacak tanggal yang pas menurut kalender jawa serta menggunakan wewangian.

disamping itu, saat kerjakan sesuatu lukisan, pelukis tersebut mesti berpuasa sebagai sesuatu syarat. hingga saat ini, ada sebagian orang yang tetap meyakini perihal tersebut.

bersamaan berjalannya waktu seni lukis dengan media kaca khas cirebon juga alami pasang surut. tetapi, berkat kegigigihan beberapa senimannya yang terus berkarya serta berupaya melacak wujud yang khas, hingga saat ini lukisan dengan media kaca ini tetap eksis meskipun banyak pergeseran tujuan manfaat didalamnya.

sekarang ini tema-tema dalam lukisan dengan media kaca ini juga makin berkembang, bukan sekedar terpatok pada tema-tema dengan motif pengaruh china, islam ( kaligrafi, masjid, dan seterusnya ), serta pewayangan. tema-tema mengenai situasi sosial masa saat ini juag kerap divisualisasikan seniman melewati lukisannya.

sering lukisan-lukisan ini juga sebagai alat kritik pada kesemerawutan tatanan kehidupan yang dikarenakan oleh manusia sendiri ataupun birokrasi. lukisan-lukisan karikatur yang berisi unsur-unsur ironi sebagai sesuatu sindiran, contohnya bisa dilihat dari karya-karya rastika.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar